Kamis, 04 April 2013

Cara ta’aruf yang benar Dalam Islam

kali ini saya ingin share atau mempersembahkan sebuah pengetahuan bagi para calon suami dan calon istri yang banyak dianggap asing bagi mereka yang baru mengenal islam yang sesungguhnya. walaupun coretan ini  kelihatan kocar kacir tapi ambilah manfaatnya bila sobat anggap bermanfaat.

Ta'aruf (bukan perkenalan biasa) yang akan mengantarkan dua orang insan kepada mahligai terindah dalam kehidupan manusia yaitu pernikahan. Namun Kebanyakan kita masih belum terlalu mengetahui cara-cara ta'aruf yang baik. berikut ulasannya.

kiat-kiat ta’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah mawaddah warohmah,

Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahwa kita menikah memang ingin benar-benar membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami)
Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur.

Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya, ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.
Silakan baik ikhwan maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya, jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.

Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga akhwat
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan untuk melakukan ta’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua belah pihak. Jadi memang semua harus selalu dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk membedakan dengan orang lain yang terkenal di masyarakat dengan istilah ’ngapel’ (pacaran).
Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak, kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim tersebut.

Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim akhwat ke rumahnya
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya). Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah. Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian dan kasih sayang pada mutarabbi.

Menentukan Waktu Khitbah
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.

Tentukan waktu dan tempat pernikahan
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim, memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan minuman juga tidak berlebihan.

Semoga dengan menjalankan kiat-kiat ta’aruf secara Islami di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah…yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun di akhirat.

Rabu, 03 April 2013

❤ Kisah Sedih Seorang Istri Solehah ❤

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.


“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.

“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yg di usapnya.

“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”, begitu katanya.

Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”

Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Baigaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.

Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….

Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.

Pelajaran yang membuatu menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..

Subhanallah..

Sahabat..
Kekeliruan slama ini, orang mengganggap kebahagiaan itu adalan kaya akan materi.. mobil mewah.. rumah bagus..
Tapi sesungguhnya kekayaan sebanarnya itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat ALLAH walaupun tampa ada materi yang bersifat wah..

Bintang terang ketika malam datang

Ketika kata tak mampu mewakili perasaan, tinggal tintan yang mampu menggores diatas kertas. Aku adalah seorang pemimpi yang selalu bermimpi indah yang menurut mereka mimpi itu tak mungkin terwujud  tetapi bagiku itu adalah hal mungkin yang bisa terwujud.
Akupun mengerti akan kondisi ku saat ini namun aku sendiri tak pernah faham mengapa semangat mengejar asa yang ada di benaku begitu menggebu hingga aku buta akan rasa lelah, heran kini mengapa hanya sebuah tujuan yang kulihat di ujung pandanganku yang terus menarik seperti magnet.
Ingin ku arungi semua lautan kehidupan ini sendiri namun aku menyadari aku tak mampu andaipun aku bisa aku pasti akan tenggelan seiring waktu yang ku tapaki.
Mimpi hanyalah mimpi namun bagiku itu adalah sebuah tombak kehidupan yang akan membunuh semua  yang menghalanginya.
Marah, penat, muak ketika yang aku jalani terbentur dalam sebuah realita hidup yang tak sesuai dengan kenyataan, lantas mengapa perasaan ini menggebu hingga aku melupakan semua hidupku. aku tak mampu mengendalikan angan dan mimpiku aku tak mampu berfikir secara sehat ketika mimpi menyakiti fikiranku.
sampai sejauh ini aku baru menemukan mimpi-mimpi kecil yang aku inginkan dan mudah tuk aku wujudkan namun mengapa mimpi yang sebenarnya tak kunjung aku temukan. Dimana? Dimana? Dimana?
dan Dimana? semua ini merusak sebagian kehidupanku. aku tak perduli lagi dengan apa yang aku jalani namun satu yang ku mahu adalah temukan mimpiku dan wujudkan mimpiku tuk menjadi sebuah kenyataa.
itu ego yang berkata , namun beda lagi ketika yang berkata adalah hati.
sesungguhnya aku lelah menjalni semua ini namun demi sebuah asa dan harapan aku rela terbentur hal yang menyakitkan dengan sisi lain hidupku.
semua ini hanyalah bayangan gambaran sebuah manusia yang kecil dengan mimpi yang besar. namun apakah aku salah ketika aku yang kecil bermimpi yang besar mengalahkan besarnya dunia ini meski aku tahu risiko yang akan aku hadapi ketika mimpi itu membangunkanku dalam sebuah kenyataan hidup yang sesungguhnya.

Selasa, 02 April 2013

Inner Beauty

Cantik adalah kata yang di harapkan oleh setiap wanita dimuka bumi ini. tidak ada wanita yang menolak di katakan cantik, pada dasrnya cantik itu adalah idaman pria dan idaman wanita itu sendiri. namun tidak semua wanita terlahir sempurna dan memiliki kecantikan dari lahir, jadi itu alasannya mengapa ketika wanita menginjak dewasa sebagian persen wanita susah payah untuk menjadi cantik dan itu tidak hanya mereka lakukan dengan uang tetapi dengan cara-cara yang diluar akal sehat manusia.
namun perlu diketahui pada dasarnya wanita terlahir cantik dengan porsi mereka masing-masing tergantung bagaimana cara kita memancarkan cantik itu seperti apa, tidak mustahil wanita yang terlahir sempurna namun tidak terlihat cantik di mata seorang pria sebaliknya wanita yang terlahir biasa-biasa saja namun dia mampu memancarkan kecantikannya hingga nampak sempurna di hadapan para pria.
so.. itu yang terpenting bukan bagaimana usaha kita membeli alat kecantikan yang mahal, pergi kesalon setiap minggu, operasi plastik dan lebih konyolnya lagi pergi ke dukun.. subhanalloh...
nah, disini saya akan berbagi sedikit pengalaman dan tentang apa yang saya dapatkan dari seorang guru psikologi dan buku-buku yang saya baca tentang "INNER BEAUTY"..
1. PECAHKAN DULU CANGKANG ANDA
yang di maksud cangkang disini adalah kepribadian anda, jadi sebelum anda ingin cantik dan sempurna anda harus faham dulu siapa anda dan bagaimana diri anda.
berbagi pengalaman sedikit, dulu saya waktu ikut terapi ini luar biasa sangat sulit dan saya fikir saya tidak akan tahu siapa saya dan bagaimana saya, namun dengan usaha dan telaten saya kini jadi tahu siapa saya sendiri.
awalnya saya selalu iri ketika melihat wanita cantik atau berada di tengah-tengah teman yang cantik karena saya merasa tersisihkan namun saya menyadari saya cantik di PORSI saya bukan di PORSI orang lain.
mungkin pada saat itu saya ingin menjadi seperti mereka, namun ketika saya berusaha menjadi seperti mereka justru saya tidak nyaman dan malah jadi aneh dengan penampilan saya,... nah, Tuhan saja mengajarkan kita untuk selalu bersukur. toh.. apa susahnya kan?
2.KENAPA WANITA SELALU MERASA DIRINYA TIDAK CANTIK ?
banyak wanita yang mencaci dirinya sendiri, mencaci wajahnya, mencaci kehidupannya padahal itu SANGAT salah. why? .... ketahuilah semua yang diindahkan akan indah jadi ketika anda mencaci buruk diri anda sendiri anda akan nampak buruk. karena setiap perkataan adalah doa .. jadi berkata lah yang sopan pada sdiri sendiri, bertutur kata yang lembut, hargai diri anda sendiri dan hargai apa yang telah Tuhan berikan pada diri anda.
cantik bukanlah segalanya. INGAT! wanita akan cantik ketika INNER BEAUTYnya terpancar.
nah.. yang kita butuhkan disini adalah terapi kepribadian.
di mulai dari ketika kita mau tidur, kita di tuntut berdoa dan ingat berfikirlah POSITIF THINGKING !
kemudian ketika kitabngun lakukan aktifitas sewajarnya dan sapalah diri sendiri dengan tutur kata yang membangun dan menjadi semangat menjalani hidup, kemudian satuhal yang terpenting adalah TERSENYUM sepanjang hari kepada diri, kepada teman, kepada keluarga dan kepada setiap orang yang kita temui.
karena senyum adalah gambaran hati dan pancaran jiwa, satuhal lagi SENYUM ADALAH IBADAH.
3. JADILAH PRIBADI YANG HANGAT DAN RAMAH
dulu saya orangnya pemalu, diem dan gak suka ketemu banyak orang, namun setelah saya mulai masuk sekolah menengah atas saya mulai banyak bergaul dan mengenal segalahal dan disini saya faham interaksi itu sangat penting dalam kehidupan kita selaku manusia dan mahluk sosoal.
wanita yang pintar dalam segala hal adalah wanita yang diidamkan para pria, buakan hanya pintar dalam kehidupan tetapi pintar dalam bergaul, pintar dalam interaksi dan pinter mencairkan suasana sehingga siapapun yang bertemu dengan kita mereka merasa senang dan tak pernah bosan untuk mengobrol dengan kita.
pria selain senang dengan wanita yang cantik, mereka juga senang kepada wanita yang ramah dan asik untuk diajak ngobrol. So... cantik itu bukan satu alasan pria tertarik kepada kita. nah... selain merawat kecantikan luar dan dalam wanita juga dituntut untuk pandai bergaul dan berinteraksi.
.. nah ladies.. selamat mencoba dan ingat MENSYUKURI  apa yang telah Tuhan berikan adalah cara menjadi lebih sempurna.


Aku dan Hidupku

aku adalah seorang manusia yang tak pernah berfikir bisa menjalani hidup sepahit ini, aku berjalan menyusuri waktu mencari setitik celah yang bisa memberiku ruang untuk bernafas, aku berjalan menyusuri ruang dan waktu hanya demi sebuah angan dan cita yang ku anggap sukar untuk ku temukan.
namun sebuah keyakinan selalu menuntun aku untuk terus berjalan dan pergi dengan semua keadaan pada suatu lembah yang ku sebut itu adalah bahagia.
dikala aku terbangun dari mimpiku aku selalu berfikir mimpi apa yang pantas aku ceritakan pada dunia? aku terpaku dalam sempitnya ruang dan cepatnya waktu yang terus berjalan tanpa henti.
meski aku terdiam 1000 tahun di sini aku yakin aku tak akan bahagia kecuali aku bangkin dan mulai menata untuk sebuah senyuman yang abadi.
semua tempat telah ku jejaki semua ruang telah aku tapaki namun mengapa sampai detik ini cahaya itu tak kunjung jua datang padaku.
lelah, letih semakin menusuk dalam jiwa dan bathinku , aku faham bernafaspun aku mulai tak sanggup lagi.
ternyata sakit, perih, luka dan kecewa lah yang membuat aku bangkit , percaya, tegar akan hidup ini bukan bahagia yang mendewasakan aku tapi sebuah penderitaan yang mampu membawa aku dalam sebuah lembah kebahagian yang nyata.
kini ku sadari aku sendiri di sini bukan untuk merenung, bukan untuk menangis, bukan auntuk terpaku dalam derita namun untuk berfikir jalan bahagia mana yang akan aku ambil di masa depan.
air mata yang aku takutkan dulu kini adalah senyum sebuah keceriian dan senyum yang merona yang dulu aku banggakan adalah penderittanku saat ini. kini aku faham menangis lebih baik di banding harus tersenyum dalam sebuah ketidak pastian.
seiring berjalannya waktu aku mulai berdiri tanpa bantaun siapapun dan tanpa arahan siapapun aku percaya Tuhan selalu bersam ku dan bersama ke sedihanku..
aku mengerti cinta bukanlah segalanya dalam hidupku namun segalanya memerlukan cinta, dan seiring kerasnya hatiku dan bekunya rasaku membuat aku berfikir aku belum pantas mengukir sebuah nama dalam hatiku dan mencairkan rasa untuk siapapun karena yang aku kejar saat ini adalah sebuah mimpi, mimpi yang besar, mimpi yang nyata, mimpi yang membuat aku hidup untuk selamanya yaitu kesuksesan.
janjiku yang abadi hanyalah padaMU Tuhan, janjiku yang nyata hanyalah pada kedua orang tuaku dan janji yang sempurna adalah untuk keluargaku nanti,
terimakasih Tuhan untuk air mata ini, aku jadi mengerti arti sebuah senyuman.
terimakasih tuhan untuk kekecewaan ini, aku jadi mengerti menjaga perasaan orang lain.
terimakasih tuhan untuk patah hati ini, aku lebih faham arti mencintai.
terimakasih tuhan untuk penderitaan ini, aku mengerti rasanya bahagia.
Engkau Maha benar di atas segalanya dan setiap masalah yang datang padaku adalah Engkau jalan yang aku tuju.
 i'm single and verry happy and always love you all :)